Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga

Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat
Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat – Sejak tahun 1937 Merk Cap kaki tiga didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan obat-obatan dasar. Kini sudah 75 tahun, produk minuman Larutan penyegar berlogo "Kaki Tiga" ini dengan setia selalu menciptakan produk yang mampu memberikan manfaat kepada seluruh konsumen setianya. Sampai pada tahun 1978 Cap kaki tiga hadir di Indonesia. Dan sejak saat itu merk ini dipercaya masyarakat Indonesia sebagai sebagai minuman pereda panas dalam yang berkhasiat menyembuhkan gejalanya seperti sariawan bibir pecah-pecah dan susah BAB.

Dengan tema "Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga". Cap kaki tiga membuat kontes SEO yang kini sedang saya ikuti, Disini saya ingin berbicara tentang Kesetiaan.Saya akan menceritakan dua buah kisah, yang pertama adalah Kesetiaan seorang anak terhadap Ibunya. Dan yang kedua adalah kisah saya sendiri, yaitu kisah Kesetiaan seorang Ibu terhadap anaknya. Baru kemarin saya membaca sebuah artikel tentang seorang anak yang rela mati lebih dulu demi Ibunya. Mari kita simak cerita berikut ini.

Foto Chen Xiaotian bersama Ibunya
Chen Xiaotian baru berumur 7 tahun ketika divonis menderita tumor otak mematikan. Tidak hanya Chen, namun ibunya Zhou Lu juga divonis sakit hati yang bisa merenggut nyawanya. Dalam keadaan serba sulit seperti itu, Chen membuat sebuah keputusan yang sangat luar biasa. Dia meminta untuk mati agar ibunya bisa hidup.Karena penyakitnya itu, Chen menjadi lumpuh dan buta. Dokter memvonis mereka berdua tidak akan bertahan lama. Dokter juga tau kalau si Ibu akan bisa selamat dengan hati milik anaknya yang sudah sekarat. Namun Zhou Lu menolak solusi dokter tersebut dan enggan 'membunuh' anaknya untuk mengambil hatinya. Chen Xiaotian yang mendengar penolakan ibunya itu memaksa Zhou Lu untuk mengambil hatinya Chen hanya ingin menyelamatkan nyawa ibunya. Zhou Lu memang akan bisa selamat jika mendapat donor hati dari anaknya, Chen. Zhou Lu terpaksa menerima donor hati anaknya karena menyadari akan ada bagian dari Chen yang ada ditubuhnya. Chen akhirnya meninggal tanggal 2 April lalu setelah memberikan hati untuk ibunya.

Berikut saya kasih foto-foto ketika Ibu dan Anak ini dirawat di rumah sakit.
Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga
Foto sang Ibu Zhou Lu
 Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga
Foto Chen Xiaotian 
Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga
Foto ketika sang ibu membacakan cerita kepada Chen
Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga
Foto saat akan melakukan operasi
Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga
Foto ketika selesai operasi donor hati, dan para Dokter berdoa untuk Chen Xiaotian

Untuk kisah yang kedua ini, merupakan kisah saya pribadi. Semua Ibu pastilah sangat menyayangi anaknya, dengan segala cara akan ia lakukan untuk anaknya. Saya jadi teringat sebuah lagu ciptaan Iwan Fals yang berjudul Ibu. Pasti anda juga cukup mengenal lagu itu bukan? Bagi yang belum tahu atau belum pernah mendengar lagu ini, baiknya anda coba download dan resapi lagu itu, sungguh sangat dalam maknanya. Sebagai gambaran akan saya kutipkan lirik lagunya sebagai berikut :
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Jika anda ingin mendengarkan MP3 nya silakan download disini
Untuk videonya, anda bisa melihat dibawah ini, sebagai musik pengiring saat membaca cerita tentang kesetiaan seorang Ibu kepada anaknya yang akan saya tulis dibawahnya.



Saya akan menceritakan kisah saya sendiri, tentang Ibu saya. Sebelumnya akan saya gambarkan bagaimana keluarga saya ini. Nama Saya Haniv biasa dipanggil haniv, hehe. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Saya mempunyai adik bernama Abid. Ibu dan Ayah saya mempunyai usaha semacam konveksi, yang bisa dibilang lumayan berhasil, Alhamdulillah bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan cukup untuk menyekolahkan Saya dan Adik saya. Mungkin cukup sampai disini saja intronya.

Kisah yang akan saya ceritakan disini terjadi saat Saya berumur 15 tahun, saat itu saya masih SMP. Adik saya berumur 5 tahun. Ketika itu Adik saya sedang sakit, sudah beberapa hari ia demam, badannya panas. Sudah 3 hari keadaan Adik saya tidak sembuh-sembuh, pada akhirnya Adik saya dibawa dirumah sakit. Setelah diperiksa oleh Dokter, ternyata Adik saya diharuskan untuk opname. Saya melihat wajah Ibu saya yang layu menatap Adik saya terbaring di ranjang dengan jarum infus ditangannya. Saat masih dirumah, Ibu lah yang selalu menemani Adik saya setiap saat, mengkompress keningnya, menyuapi dia makan, memandikannya, bahkan sampai-sampai Ibu tidak tidur karena harus sigap saat si adik terbangun, menangis, dan kadang mengigau karena suhu tubuhnya yang tinggi. Terlihat sekali kasih sayang Ibuku terhadap Adik, begitu sabarnya saat merawat Adik yang sakit.

Dari hasil tes darah di rumah sakit, Adik saya ternyata mengalami gejala typhus. Setiap hari ibuku yang menjaga adik di rumah sakit, Ayah dan saya pulang. Saya dan Ayah sudah sering bilang agar Ibu juga harus istirahat, biar saya atau ayah yang bergantian menjaga adik di rumah sakit. Namun Ibu tetap tidak mau pulang, Beliau ingin terus ada di samping adik. Padahal terlihat sekali di raut wajahnya yang tampak lelah, namun beliau tidak pernah mengeluh. Beliau tetap setia merawat adik, setia memberikan waktunya, tenaganya dan pikirannya untuk selalu ada ketika si adik sakit.

Sudah 2 minggu adik saya dirawat, Saya sendiri sempat menangis ketika melihat adik saya yang terlihat lemas di ranjang. Melihat Ibu juga yang dalam 2 minggu itu terlihat agak kurus tubuhnya. Mungkin karena pikirannya yang terkuras melihat keadaan adik saya. Sempat saya mendengar pembicaraan Ayah dan Ibu ketika mereka berbicara saat aku tertidur di kursi disamping ranjang adikku. Ternyata biaya yang dikeluarkan untuk adik saya tidaklah sedikit, dan entah kebetulan atau apa, usaha konveksi ayah juga sedang sepi. sehingga banyak uang yang dikeluarkan untuk membiayai adik saya di rumah sakit. Sempat terdengar bahwa Ibu terpaksa menjual perhiasannya untuk menutup biaya rumah sakit.

Memang pengorbanan seorang Ibu terhadap anaknya begitu besar. Betapa sayangnya seorang Ibu. Jangankan sekedar materi, nyawa pun akan dikorbankan untuk anaknya. Kembali teringat oleh lagu Iwan Fals yang berjudul Ibu yang saya jelaskan diatas. Apapun akan Ibu lakukan untuk anaknya. seorang anak tak dapat membalas semua jasa-jasa seorang Ibu.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya keadaan Adik saya menunjukan peningkatan. Berangsur-angsur membaik. hingga seminggu kemudian adik saya pun sembuh dan diijinkan untuk pulang. Sungguh kabar yang menggembirakan bagi kami sekeluarga. Saya sudah kangen dengan gelak tawanya. bercanda dengan dia. Begitu juga dengan Ibu, tampak wajahnya mulai bersinar kembali setelah melihat Adik sembuh.

Itulah kisah bagaimana kesetiaan Ibuku terhadap adiku yang menurut saya sangat luar biasa. Semoga Kisah ini bisa memberikan inspirasi bagi kita semua, tentang apa itu kesetiaan. kasih sayang yang tulus dari seorang Ibu terhadap anaknya. Maka dari itu, sayangilah Ibu. Jangan sekali-sekali membantahnya, apalagi membentaknya. Sungguh begitu besar jasa seorang Ibu, mulai dari mengandung kita saat masih di perut. sampai melahirkan kita, dan merawat kita sampai saat ini. Terima kasih Ibu, Aku takkan mampu membalas semua jasa dan kasih sayangmu. Terima kasih untuk semua Ibu yang ada diseluruh dunia.

Mungkin kisah kesetiaan ini juga merupakan hal yang  dilakukan oleh Cap Kaki Tiga yang sudah setia memberikan waktu, tenaga, serta pikiran untuk membuat sebuah minuman yang bermanfaat mengobati panas dalam.  Semoga kisah ini mampu menginspirasi anda dan para pembaca  hanivinside.NET serta konsumen setia Larutan Cap Kaki Tiga.


Diproduksi sejak 1937, Cap Kaki Tiga dikenal sebagai minuman pereda panas dalam. Beberapa Penghargaan dan Rekor pun diraih oleh Larutan Cap Kaki Tiga. Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat telah 75 tahun hadir di dunia , dan sudah 32 tahun setia menemani masyarakat Indonesia.   

Published :

By Haniv Einztein
Pure and Simple. Ditakdirkan sebagai cowok ganteng, normal berkelakuan baik, saya dibesarkan, dirawat, dididik, dipelihara, dikembangkan, dilestarikan dan dibudidayakan ditengah keluarga dengan tingkat perekonomian menengah kesamping. Tinggal di Reo, Chuuk, Micronesia

14 komentar

Wah lagunya bikin nih mata berkaca-kaca :-) sangat menyentuh.. salam kenal Gan di tunggu kunjungan baliknya ya

Reply

salam kenal juga gan, next time ane tour ke tempat enta :)

Reply

wah ceritanya sudah lama sekali ya mas?

Reply

iya , cerita ketika saya masih SMP dulu

Reply

Sepertinya anda bisa menang. soalnya ini blog teratas dengan kata kunci "Cap Kaki Tiga, Setia, dan Manfaat"

Reply

Semoga bro, AMIN.

tapi di dunia SEO Contest, kalo belum pengumuman, belum bisa bernafas lega. Kompetisi belum berakhir. posisi bisa berubah kapan saja, dalam hitungan detik.
:)

Reply

wah hebat gan artikel nya pasti juara dah .. hhhehhee

Reply

Berat juga persaingan kontes, ya Gan. Punyaku gak naik-naik.
BTW lagu favoritku, kenangan My Mom...

Reply

punya ane malah turun inih... hihihihih,
:(

Reply

semoga menang gan, ane sambil belajar juga nih.. hhe

Reply

Udah menang bro
https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xap1/t1.0-9/10155454_754464381239976_463374617443930827_n.jpg

Reply

Poskan Komentar

- Kritik dan saran sangat saya nantikan untuk kemajuan blog ini.
- Silakan report, jika ada link yang mati.
- Mohon untuk berkomentar sesuai dengan tema postingan.
- Dilarang berkomentar yang mencantumkan LINK AKTIF. jika ditemukan, akan saya hapus.
notifikasi
close